Ban Diatas Standard SNI

Pasar ban motor Indonesia saat ini banyak dimasuki oleh merek-merek asing. Namun bukan berarti ban buatan lokal kalah kualitasnya. Buktinya, ban 'made in' Serang, Banten, Kingland mengklaim kalau standar kualitas mereka sudah di atas standar yang diterapkan di Standar Nasional Indonesia atau SNI.

Director PT United Kingland-PT Kingland Tyre Indonesia Harris Muliawan menjelaskan meski diproduksi di Indonesia, Kingland memfokuskan diri pada kualitas.

"Semua ban kita sudah melalui banyak pengujian sebelum diproduksi massal. Setelah diproduksi pun kita kembali mengujinya, baik uji ketahanan atau kecepatan," katanya.

Di pabrik Kingland yang berada di Serang, Kingland memang memiliki fasilitas pengujian ban luar. Jadi setelah diproduksi, Kingland akan mengambil 1 sampel random untuk diuji.

Dalam data yang disajikan ketika detikOto menyambangi fasilitas pengujian itu, seorang teknisi tengah menguji ban untuk menentukan apakah sudah layak dipasarkan atau tidak.

"Untuk yang terakhir ini, pengujian masih jalan. Untuk King Lion sekarang sudah diuji di mesin penguji, ban itu sudah dijalankan selama 58 jam, sejauh setara dengan 4.698 km dengan berat beban 300 kg. Masih jalan terus, karena kita tiap produksi mau tahu sampai sejauh mana kekuatan ban di tiap lot produksi," jelas seorang teknisi.

"Yang mesin di sebelahnya sedang menguji King Jaguar. Sekarang sudah 134 menit. Sudah setara dengan 491 km dan diputar dengan kecepatan setara dengan 220 km/jam," tambahnya sambil menunjuk sebuah mesin pengetesan yang ada.

Saat ini Kingland, lanjut Harris, sudah memiliki berbagai line-up ban dalam dan ban luar. Untuk ban luar, dia memiliki berbagai varian seperti King Lion, King Scorpion, King Jaguar, King Cobra hingga King Tiger untuk berbagai jenis kebutuhan dengan harga sepasang --untuk ban depan dan belakang-- sekitar 200-300 ribuan saja.

Ban-ban itu disebar ke berbagai daerah di seluruh Indonesia lewat 14 distributor resmi merek Kingland ini. "Sama seperti penjualan motor, pasar terbesar kita masih di Jawa. Tapi perkembangan penjualan di luar Jawa juga bagus," lugas Harris.

No Comments Yet.

Leave a reply