Kualitas Ban Kingland Tak Diragukan

Mungkin tidak banyak yang mengenal ban dalam merek KingLand di Indonesia. Padahal produsen ban dalam ini sudah berdiri sejak 1977 dibawah bendera PT. United Kingland yang pabriknya berlokasi di Serang, Banten. Kini setelah sekian lama berkecimpung di dunia ban dalam, KingLand siap berkompetisi dengan pemain lainnya dengan meluncurkan ban luar untuk berbagai jenis motor.

Dikatakan Harris Muliawan, Direktur PT United Kingland dan PT. Kingland Tire Indonesia, pasar ban motor di Indonesia masih sangat potensial untuk digarap mengingat populasinya yang terus tumbuh signifikan. “Pada awalnya, kami hanya bermain ban dalam yang didistribusikan kepada 14 distributor utama yang selanjutnya disalurkan kepada para bengkel atau tukang tambal ban. Nah kini kami mulai mengembangkan ban luar untuk dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia,” ujar Harris.

Saat ini Kingland, lanjut Harris, sudah memiliki berbagai line-up ban dalam dan ban luar. Untuk ban luar, Kingland memiliki berbagai varian seperti King Lion, King Scorpion, King Jaguar, King Cobra hingga King Tiger untuk berbagai jenis kebutuhan roda dua dengan harga sepasang untuk ban depan dan belakang, sekitar Rp 200-300an.

Meski pasar ban motor dipenuhi berbagai merek, Harris optimis bisa bersaing dengan kompetitornya karena yakin dengan kualitasnya. Bahkan Kingland disebutnya memiliki kualitas diatas standar rata-rata yang disyaratkan Standar Nasional Indonesia (SNI). “Ban Kingland tentunya sudah melalui banyak pengujian sebelum diproduksi massal. Setelah diproduksi pun kita kembali mengujinya, baik uji ketahanan atau kecepatan,” imbuh Harris.

Tes ketahanan ban King Land berlangsung selama 58 jam dengan beban 300 kg. Sementara standar pengujian endurance dari SNI bobotnya hanya 170 kg dites sampai 30 jam. Sedangkan pada proses top speed, ban King Land menjalani tes dengan total waktu 134 menit, dengan top speed 220 km/jam. Sedangkan persyaratan SNI total waktunya 10 menit dan top speed 150 km/jam. “Artinya kualitas ban Kingland berada di atas SNI,” tukas seorang teknisi pengujian.

Tags: